Ledakan mengguncang Kharaj, Iran. Jembatan besar yang hampir selesai itu hancur berantakan oleh serangan AS, menewaskan delapan orang. Insiden ini, menurut Teheran, hanyalah puncak gunung es dari serangkaian agresi. Dan sekarang, balasannya dijanjikan akan lebih keras.
Ebrahim Zolfaghari, juru bicara komando militer Khatam Al Anbiya, tak main-main dengan peringatannya. Ia menyatakan serangan Iran ke depan akan jauh lebih dahsyat. Pernyataan panas ini meluncur sebagai jawaban langsung atas ancaman Presiden AS Donald Trump, yang mengancam akan "membawa Iran kembali ke zaman batu" dengan menghancurkan infrastruktur vital mereka mulai dari pembangkit listrik hingga pabrik desalinasi.
Alasan Washington menyerang jembatan itu, katanya untuk memutus distribusi rudal, dianggap Iran sebagai dalih. Faktanya, belum ada bukti konkret yang menunjukkan struktur sipil itu dipakai untuk keperluan militer.
Artikel Terkait
Cadangan Energi Nasional Hanya Bertahan 20 Hari, Pakar UGM Ingatkan Risiko Krisis
Pemerintah Klaim Stok Pangan Kuat Hadapi Ancaman El Nino Super
Pertamina Pertahankan Harga BBM Subsidi dan Non-Subsidi, Ikuti Arahan Presiden
Kebijakan WFH ASN Dinilai Minim Dampak Langsung pada Pasar Kantor Komersial