Ketegangan di Timur Tengah terus meroket. Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran telah menciptakan situasi yang mencekam. Di tengah gelombang konflik ini, ada satu sosok diplomat yang cukup aktif di Jakarta: Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi. Ia terlihat mengunjungi sejumlah tokoh nasional.
Pertemuan pertama dilaporkan berlangsung di rumah Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12. Lokasinya di kawasan Jakarta Selatan, pada suatu Selasa di awal Maret lalu. Pertemuan ini menandai pembuka dari serangkaian kunjungan diplomatik yang cukup intens.
Hanya berselang beberapa hari, Boroujerdi sudah berpindah lokasi. Kali ini tujuannya adalah kediaman Megawati Soekarnoputri di Menteng, Jakarta Pusat. Pertemuan dengan Presiden kelima Republik Indonesia ini rupanya bukan sekadar sapa-sapa biasa.
Megawati menyampaikan pesan khusus yang ditujukan kepada Mojtaba Khamenei, yang baru terpilih sebagai pimpinan tertinggi Iran. Isinya cukup tegas.
“Bung Karno juga menegaskan pentingnya revitalisasi PBB agar bisa menjadi lembaga dunia yang berwibawa, mampu menegakkan keadilan, serta menjadi wadah yang setara bagi negara-negara di dunia,” ujar Megawati.
“Oleh karenanya dengan semangat itu, saya berharap PBB hari ini dapat benar-benar memainkan peranan aktifnya untuk menjunjung tinggi harkat kemanusiaan dengan menghentikan segala bentuk invasi sepihak, menghargai kedaulatan negara-negara merdeka, serta menyelesaikan konflik melalui mekanisme dialog yang konstruktif.”
Jelas sekali, harapannya adalah agar PBB turun tangan, mengambil peran sentral untuk meredam konflik dan menghentikan invasi-invasi sepihak yang terjadi. Nuansa pesannya kuat, mengingatkan pada prinsip politik luar negeri bebas aktif yang dianut Indonesia.
Di akhir suratnya, Megawati tak lupa menyampaikan ucapan selamat atas amanah yang diterima Mojtaba Khamenei. Ia mendoakan kepemimpinan baru itu bisa membawa Iran keluar dari krisis, menjadi bangsa yang lebih bermartabat di tengah situasi yang serba sulit ini.
Serangkaian pertemuan ini, meski berlangsung tertutup, memberi sinyal jelas. Di panggung diplomasi, dialog terus berjalan bahkan ketika situasi di medan perang tampak buntu.
Artikel Terkait
Prabowo Salat Idul Adha di Paris, Momen Kejutan bagi Mahasiswa dan Diaspora Indonesia
JICT Salurkan 44 Ekor Sapi Kurban untuk Masyarakat Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok
DPR Soroti Dugaan Pemalsuan Riset WNI di Konferensi Internasional Denmark, Kemendiktisaintek Lakukan Pendalaman
Bobby/Melati Tumbang di Singapore Open 2026 Usai Dua Kesalahan Krusial di Momen Kritis