Wamendagri Bima Arya: Karakter dan Kompetensi Kunci Mahasiswa Menuju Indonesia Emas 2045

- Senin, 03 Agustus 2026 | 22:35 WIB
Wamendagri Bima Arya: Karakter dan Kompetensi Kunci Mahasiswa Menuju Indonesia Emas 2045

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengingatkan mahasiswa bahwa keseimbangan antara karakter dan kompetensi akan menjadi penentu siapa yang mampu memimpin Indonesia menuju masa keemasan. Pernyataan itu ia sampaikan di hadapan mahasiswa baru Universitas Indonesia (UI) dalam kuliah umum kebangsaan, Senin (3/8/2026).

Menurut Bima, mahasiswa yang kini menempuh pendidikan tinggi adalah generasi yang akan memegang estafet kepemimpinan nasional. Karena itu, masa perkuliahan tidak hanya untuk mengejar nilai akademik, tetapi juga untuk membentuk jiwa kepemimpinan yang tangguh.

"Pada saatnya nanti, siapa yang akan menjadi pemenang, itu ditentukan oleh siapa yang mampu untuk menyeimbangkan antara karakter dan kompetensi," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.

Ia menegaskan bahwa Indonesia tengah berada pada momentum strategis melalui bonus demografi. Namun, peluang itu hanya akan berarti jika didukung sumber daya manusia yang unggul dan adaptif terhadap perubahan global.

"Dan kalian adalah Gen Z yang disiapkan Pak Rektor, yang disiapkan oleh UI untuk menjadi pemimpin pada saatnya nanti mengantarkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045," kata Bima di Balairung UI, Depok, Jawa Barat.

Membaca Tanda Zaman

Lebih lanjut, Bima menekankan pentingnya kemampuan membaca arah perubahan zaman. Generasi muda, kata dia, harus memiliki wawasan luas, berpikir ke depan, dan terus belajar agar mampu beradaptasi dengan berbagai perkembangan.

"Tanda-tanda zaman dibaca dengan penerawangan ke depan dan refleksi ke belakang. Gen Z hari ini adalah generasi paling cerdas sepanjang sejarah," jelasnya.

Ia juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi yang mengubah banyak aspek kehidupan. Mahasiswa tidak cukup hanya menguasai keterampilan digital, tetapi juga perlu mengasah kemampuan berpikir kritis dan keterampilan interpersonal yang menjadi modal utama kepemimpinan masa depan.

"Ada banyak riset adik-adik sekalian tentang skill apa yang dibutuhkan di depan. Ada dari World Economic Forum. Ini ada tiga skill yang kalian harus siapkan ke depan setelah membaca tanda-tanda zaman tadi. Satu, perkembangan teknologi hingga hari ini meniscayakan kalian untuk menguasai skill digital. It is a must. Ini keharusan," tegasnya.

Organisasi sebagai Ruang Belajar

Selain kompetensi, Bima menilai pengalaman berorganisasi berperan penting dalam membentuk karakter pemimpin. Melalui organisasi, mahasiswa belajar mengelola perbedaan, membangun kolaborasi, dan menumbuhkan kepercayaan yang menjadi fondasi kepemimpinan.

Ia pun mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai organisasi kemahasiswaan sebagai ruang pembelajaran yang tidak diperoleh sepenuhnya di dalam kelas.

"Bagaimana cara kita terbiasa menghadapi perbedaan? Cemplungkanlah diri Anda ke dalam organisasi. Organisasi akan mengasah Anda untuk terbiasa menghadapi perbedaan. Ketika Anda terbiasa untuk mengelola perbedaan, Anda melangkah lebih depan untuk mencapai kemenangan," pungkasnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags