Sebanyak 18 kepala keluarga (KK) dari total 65 KK transmigran di kawasan Transmigrasi Sungai Bermas, Kabupaten Kerinci, Jambi, masih bertahan hidup meski belum menikmati aliran listrik. Mereka berasal dari Lumajang, Madiun, Sumedan, dan Yogyakarta, dan merupakan peserta program transmigrasi yang ditempatkan di wilayah itu pada periode 2009-2011.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, para transmigran memanfaatkan lahan pekarangan untuk bercocok tanam dan beternak, serta bekerja sebagai buruh. Mereka juga masih menunggu kepastian dari pemerintah terkait pemenuhan hak atas Lahan Usaha II seluas 0,75 hektare yang hingga kini belum mereka terima sesuai program transmigrasi.
Artikel Terkait
Angin Puting Beliung Terjang Kerinci, 29 Rumah Rusak