Kedatangan Lagator Buka Pintu untuk Kepulangan Asnawi ke PSM

- Rabu, 28 Januari 2026 | 20:30 WIB
Kedatangan Lagator Buka Pintu untuk Kepulangan Asnawi ke PSM
Dinamika Transfer PSM: Dari Lagator hingga Isu Kepulangan Asnawi

Geliat bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026 memang selalu menarik. Di Makassar, dinamika itu terasa hangat. Peluang kembalinya Asnawi Mangkualam ke PSM Makassar kembali mencuat, dan kali ini isunya punya pemicu yang cukup konkret.

Pemicunya? Kabar bahwa PSM segera merampungkan perekrutan bek tengah asal Montenegro, Dusan Lagator. Langkah ini bukan sekadar tambal sulam, tapi seperti sebuah pernyataan ambisi.

Nama Asnawi sendiri baru-baru ini kembali jadi buah bibir. Penyebabnya, mantan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong (STY) merilis daftar lima pemain terbaiknya selama menukangi Skuad Garuda. Dan siapa sangka, Asnawi mantan kapten timnas itu nangkring di posisi keempat.

Pilihan STY ini bikin diskusi di kalangan pecinta bola nasional jadi ramai. Soalnya, beberapa nama yang sedang bersinar di Eropa, sebut saja Calvin Verdonk dari Lille atau kiper Emil Audero, justru tak masuk list. Untuk Audero mungkin bisa dimaklumi, ia belum pernah dilatih STY. Tapi absennya Verdonk yang lagi tajir-tajirnya di Ligue 1 Prancis itu, ya bikin banyak orang mengernyit.

Dalam sebuah konten di kanal YouTube Atta Halilintar, STY dengan terbuka menyebutkan lima nama itu. Urutannya: Jay Idzes, Maarten Paes, Marselino Ferdinan, lalu Asnawi Mangkualam, dan terakhir Kevin Diks.

Relasi Asnawi dengan STY memang kuat. Ia adalah salah satu kepercayaan dan sempat menyandang ban kapten dari 2021 hingga 2024. Sementara Kevin Diks tetap dicatat meski baru dapat menit terbatas saat lawan Jepang akhir tahun lalu.

Nah, balik lagi ke PSM. Klub Juku Eja ini sedang bersiap untuk manuver besar. Kedatangan Dusan Lagator bukan main-main. Bek berusia 30 tahun itu, begitu resmi tanda tangan, langsung akan jadi pemain termahal di skuad.

Data Transfermarkt mencatat nilai pasarnya sekitar Rp7,82 miliar. Angka itu melampaui kapten mereka, Yuran Fernandes, yang 'hanya' Rp6,95 miliar. Bayangkan, tanpa sekalipun main, Lagator langsung jadi yang nomor satu.

Dengan postur 190 cm dan segudang pengalaman di Eropa, ia diharapkan jadi jawaban atas masalah kronis di jantung pertahanan PSM. Tapi dampaknya ternyata lebih dari sekadar urusan lapangan hijau.

Kehadiran Lagator membuka ruang manuver lain. Komposisi pemain asing yang semakin bernilai tinggi memberi PSM ruang finansial dan strategis yang lebih leluasa. Di sinilah rumor kepulangan Asnawi dari Thailand mulai terdengar lebih realistis. Bukan lagi sekadar angan-angan.

Asnawi sendiri adalah sosok yang punya ikatan emosional kuat. Dia produk asli PSM, pernah jadi ikon sebelum memutuskan merantau. Kalau pun pulang, dia bukan cuma sekadar tambahan pemain. Lebih dari itu: kepemimpinan, pengalaman, dan sebuah cerita kepulangan yang pasti disambut gegap gempita suporter.

Jadi, bursa transfer paruh musim ini jelas makin seru untuk ditunggu. Kedatangan Lagator bisa jadi domino pertama. Langkah berikutnya? Mungkin saja membawa pulang sang mantan kapten timnas yang masih dianggap elite oleh pelatih legendarisnya. Kita lihat saja nanti.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar