Prabowo Mundur dari Ketua Umum IPSI Setelah 34 Tahun

- Sabtu, 11 April 2026 | 18:45 WIB
Prabowo Mundur dari Ketua Umum IPSI Setelah 34 Tahun

Di Jakarta Convention Center, Sabtu lalu, suasana terasa khidmat. Presiden Prabowo Subianto berdiri di hadapan para pendekar dalam Munas IPSI ke-16. Pidatonya bukan sekadar sambutan biasa, melainkan sebuah kilas balik panjang tentang sejarah, perlawanan, dan tentu saja, pencak silat.

Dia membuka dengan menggambarkan betapa Nusantara ini selalu jadi incaran. Kekayaan alamnya luar biasa. Itu sebabnya, kata Prabowo, bangsa asing silih berganti datang ke sini. "Kita pernah dijajah ratusan tahun. Silih berganti karena nusantara sangat-sangat kaya," ujarnya.

Suaranya lantang terdengar di ruangan itu.

"Dari dulu sampai sekarang kita sangat kaya, dari dulu sampai sekarang kita diganggu, bukan kita yang ke sana, mereka yang ke sini."

Karakter bangsa yang ramah pun jadi cerita. Menurutnya, keramahan itu justru sempat dimanfaatkan. Para pendatang merasa betah dan enggan pulang. Akhirnya, perlawanan tak terelakkan.

"Kita ini bangsa yang ramah, kita terima mereka dengan baik. Tapi yang datang itu lihat kok bangsa ini baik banget, ya tidak mau pulang-pulang. Terpaksa kita harus usir, harus lawan mereka," kata Prabowo.

Nah, di sinilah peran pencak silat menjadi sentral. Prabowo mengisahkan masa-masa suram ketika ilmu bela diri ini dilarang berlatih. Praktis, aktivitasnya harus sembunyi-sembunyi.

"Waktu itu pencak silat dilarang, tidak boleh belajar. Akhirnya pencak silat dilatih malam-malam oleh guru-guru kita di bukit-bukit, di gunung-gunung," tuturnya.

Akibatnya, citranya sempat terpinggirkan. Hanya dikenal sebagai "olahraga kampung" yang berkembang jauh dari keramaian kota.

"Yang belajar pencak silat ya cari desa, cari kampung, cari gunung, latihannya diam-diam, ilmunya diam-diam," lanjutnya.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar