Persipura Jayapura menutup putaran kedua Championship 2025/2026 dengan catatan yang gemilang. Mereka kokoh bertengger di puncak klasemen Grup Timur, mengumpulkan 37 poin. Posisi pertama itu bukan datang begitu saja, tentu saja.
Di laga penutup, Jumat (30/1/2026) lalu, Mutiara Hitam harus berjuang keras di Stadion Wergu Wetan, Kudus. Lawannya, Persiku Kudus, tak mudah ditaklukkan. Namun, lewat gol Artur Vieira dan Gunansar Mandowen, Persipura akhirnya membawa pulang tiga poin dengan skor tipis 2-1. Kemenangan di pekan ke-18 ini punya makna yang jauh lebih dalam.
Bagi manajer tim, Owen Rahadiyan, kemenangan itu adalah persembahan khusus. Ia mendedikasikannya untuk seorang legenda yang baru saja berpulang: Mettu Dwaramury. Sang legenda meninggal dunia pada Selasa, 27 Januari 2026.
“Pertama, kami bersyukur pada Tuhan atas perlindungan-Nya,” ujar Owen.
“Hasil pertandingan hari ini kami persembahkan untuk almarhum Mettu Dwaramury. Dia adalah legenda, bagian yang tak terpisahkan dari Persipura.”
Bagi siapa pun yang mengenal sepak bola Papua, nama Mettu Dwaramury adalah segalanya. Pria asal Sorong itu adalah jantung dari perjalanan panjang Persipura. Ia bukan cuma figur di pinggir lapangan, tapi lebih seperti seorang bapa bagi para pemain. Sikapnya yang sabar, perhatian, dan dukungannya yang tak pernah padam bahkan di masa-masa sulit membuatnya begitu dikenang.
Menurut Owen, kemenangan atas Persiku bukan sekadar angka di klasemen. Ini adalah bentuk penghormatan untuk seorang yang telah mendedikasikan hidupnya bagi tanah Papua dan sepak bola. Dwaramury-lah yang menanamkan nilai disiplin, kerja keras, dan kebanggaan membawa identitas Papua ke kancah nasional.
“Beliau telah menginspirasi banyak pemain. Baik yang sekarang membela Persipura, maupun yang berkarier di luar Papua, bahkan di luar Indonesia,” kenang Owen.
Di sisi lain, Owen tak lupa mengucapkan terima kasih pada suporter. Dukungan mereka, baik di kandang maupun tandang, adalah energi besar yang menggerakkan tim. Kerja sama di dalam tim dan semangat dari pendukung setia inilah yang membawa Persipura ke puncak.
“Terima kasih untuk seluruh suporter dan masyarakat Papua. Doa dan dukungan kalian mengalir tanpa henti, menjadi kekuatan bagi kami,” ucapnya.
Namun begitu, perjalanan belum usai. Owen, selaku owner Cendrawasih Karsa, mengingatkan bahwa fokus utama harus tetap terjaga. Masih ada sembilan laga lagi di putaran ketiga yang menanti. Persaingan untuk promosi ke Super League masih sangat ketat.
“Perjalanan masih panjang. Ini bukan waktunya untuk berpuas diri. Semua tim berjuang untuk tujuan yang sama,” tegasnya.
“Saya minta semua pemain tetap fokus, disiplin, dan tetap lapar akan kemenangan. Harus rendah hati, bersatu, dan kerja keras. Standar Persipura selalu menuntut yang terbaik.”
Pesan itu jelas. Puncak klasemen adalah pencapaian, tapi bukan tujuan akhir. Untuk Ramai Rumakiek dan kawan-kawan, perjuangan sesungguhnya baru akan dimulai.
Artikel Terkait
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam
Bruno Moreira Diuji di Empat Laga Sisa: Kapten Persebaya Harus Buktikan Diri di Tengah Standar Tinggi Bernardo Tavares