Momen ini juga dia gunakan untuk sebuah pengumuman penting. Setelah puluhan tahun, dia memutuskan untuk mundur dari jabatan ketua umum.
"Boleh lah saya nostalgia, karena di sinilah saya mohon diri, saya pamit sebagai ketua umum. Bisa dikatakan saya sudah 34 tahun di kalangan IPSI," ucapnya.
Meski begitu, komitmennya tak lantas hilang. Dia berjanji tetap mendukung IPSI, dengan atau tanpa jabatan. "Seorang pendekar adalah sampai napas dia terakhir dia pendekar," katanya tegas.
Ada satu hal yang tampaknya masih mengganjal. Prabowo menyampaikan permohonan maaf karena belum berhasil membawa pencak silat ke Olimpiade. "Saya minta maaf saya belum berhasil membawa pencak silat ke Olimpiade. Kita terus berusaha, saya yakin pengganti saya nanti akan berhasil," ujarnya.
Namun begitu, dia mengingatkan agar obsesi pada pengakuan internasional jangan sampai mengikis hal mendasar. Menjaga mutu dan kemurnian ilmu justru lebih utama.
"Kalau ilmunya murni, ilmunya kuat, saudara-saudara dari mana-mana akan datang belajar," tegasnya.
Dia bahkan menyebut dengan bangga bagaimana Indonesia pernah melatih negara lain, seperti Vietnam dan Thailand, yang kemudian justru jadi pesaing tangguh. "Tidak apa-apa, karena itu tugas seorang guru," katanya.
Di akhir pidato, Prabowo menegaskan sekali lagi keputusannya untuk tidak maju lagi. "Saya menyatakan di sini mohon diri, minta maaf, saya tidak bersedia untuk dicalonkan kembali. Saya yakin sudah ada generasi penerus yang pantas," tandasnya.
Ruang JCC pun bergemuruh dengan tepuk tangan.
Artikel Terkait
Prabowo: Kekuatan Bangsa Berakar dari Penghormatan pada Budaya Sendiri
Pemerintah dan TNI Turun Tangan Tangkal Ledakan Populasi Ikan Sapu-sapu di Sungai Ciliwung
DPR Klaim Pengadaan Motor Listrik BGN Sesuai Prosedur Anggaran 2025
Salat Jamak: Keringanan Islam dalam Kondisi Tertentu