Sandi menegaskan komitmennya. Program bedah rumah ini akan dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai wujud nyata kehadiran Polri di tengah kesulitan masyarakat.
"Ini akan terus berjalan. Tidak hanya soal fisik bangunan, tapi juga bentuk kolaborasi untuk mempererat hubungan kami dengan masyarakat," tegasnya.
Di sisi lain, kehadiran polisi dengan seragam lengkap yang memegang cat dan palu punya makna tersendiri. Mereka ingin menumbuhkan kembali semangat gotong royong yang mungkin sudah luntur. Aksi sosial semacam ini, meski terlihat sederhana, diharapkan bisa memberi manfaat jangka panjang. Terutama untuk kesehatan dan keamanan keluarga yang menerima bantuan.
Jadi, di hari Bhayangkara ini, bakti sosial mereka wujudkan dalam bentuk yang sangat konkret: atap yang tidak bocor, lantai yang layak, dan dinding yang kokoh. Sebuah langkah kecil yang mudah-mudahan terasa besar bagi mereka yang membutuhkan.
Artikel Terkait
PAN Dorong Jusuf Kalla Sampaikan Kritik Langsung ke Prabowo
Dubes Pakistan: Kepemimpinan Indonesia Bawa Masa Depan Cerah bagi Kelompok D-8
Sekjen D-8: Pakistan, Turki, dan Mesir Jadi Penengah Krusial Antara Iran dan AS
Pemerintah Serahkan Rp31,3 Triliun Hasil Penertiban Kawasan Hutan