Benjamin Netanyahu tak main-main. Perdana Menteri Israel itu dengan tegas menyatakan serangan militer ke Hizbullah di Lebanon akan terus berlanjut. Tujuannya jelas: memulihkan keamanan di wilayah utara Israel sepenuhnya, agar warganya bisa kembali ke rumah tanpa rasa was-was.
Dalam pernyataannya, Netanyahu membantah keras isu-isu yang beredar soal gencatan senjata. "Saya tegaskan, tidak ada gencatan senjata di Lebanon," ujarnya.
Ia menambahkan, pasukannya akan terus menghantam dengan intensitas tinggi. "Kami terus menyerang Hizbullah dengan kekuatan penuh dan tidak akan berhenti sampai keamanan kalian (warga Israel Utara) kembali," paparnya.
Namun begitu, di tengah gebukan militer yang tak kendur, ada langkah diplomatik yang mengejutkan. Netanyahu mengaku telah memberi izin kepada kabinetnya untuk memulai negosiasi langsung dengan pemerintah Lebanon. Ini menjawab permintaan Beirut yang sudah beberapa kali disampaikan.
Artikel Terkait
Polisi Banten Bantu Evakuasi Anak Kejang ke Rumah Sakit
BMKG Prakirakan Hujan Ringan hingga Sedang Guyur Jakarta Pagi Ini
Serangan Energi Guncang Pasar Minyak, Indonesia Incar Pasokan Alternatif dari Rusia
Yusril Tegaskan Kasus Air Keras Aktivis KontraS Tetap di Pengadilan Militer