Di Ruang Rapat yang Sama, Peringatan Lama Soal BPJS Kesehatan Bergema Kembali
Charles Honoris, Wakil Ketua Komisi IX DPR, punya ingatan yang tajam. Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan pimpinan BPJS Kesehatan, Rabu (8/4) lalu di Senayan, ia mengingatkan sebuah proyeksi suram yang pernah didengarnya bertahun-tahun silam. Kala itu, direksi lama BPJS menyebut, tanpa intervensi serius, tahun 2026 bisa jadi tahun kolaps bagi keuangan badan penyelenggara jaminan kesehatan nasional itu.
"Saya ingat di ruang rapat ini beberapa tahun yang lalu," ujar Charles, Jumat (10/4).
"Disampaikan kepada kita bahwa kalau tidak ada intervensi secara serius, maka tahun 2026 ini keuangan dari BPJS Kesehatan bisa kolaps, Pak. Saya ingin Bapak menjelaskan kepada kita ketahanannya ini sampai kapan, Pak."
Pertanyaannya itu menggantung. Namun begitu, kekhawatirannya tak cuma soal proyeksi masa depan. Ada janji pemerintah yang hingga kini masih mengambang, yakni suntikan modal tambahan senilai Rp20 triliun untuk memperkuat arus kas BPJS.
"Kelanjutannya sampai mana?" tanyanya lagi. "Karena sepertinya sampai hari ini, saya nggak tahu mungkin nanti Bapak bisa menjelaskan, apakah sudah ada suntikan dari pemerintah?"
Di sisi lain, persoalan akut lain yang disoroti Charles adalah nasib 11 juta peserta yang dinonaktifkan sejak Januari. Meski sempat ada kesepakatan bahwa mereka tetap berhak dilayani, realitas di lapangan ternyata berbelit.
"Kalau di kita ini yang kita pahami, 11 juta yang dinonaktifkan harus bisa mengakses layanan secara gratis, dibiayai oleh pemerintah," jelasnya.
Artikel Terkait
Tiga Orang Luka-Luka dalam Kecelakaan Truk Kontainer di Turunan Silayur Semarang
Ketua Parlemen Iran: Waktu AS dan Israel Patuhi Gencatan Senjata di Lebanon Hampir Habis
Polisi Tangkap Pelaku Penculikan dan Penyekapan Anak 10 Tahun di Cirebon
Geopolitik Panas Ganggu Pasokan Minyak, Aktivis Dorong Percepatan Pengurangan Plastik Sekali Pakai