tegasnya lagi.
Di sisi lain, Pramono memastikan kejadian ini tidak membuat minat warga melapor menurun. Dasbor aduan di pantau tiap hari, dan partisipasi masyarakat disebutnya tetap stabil. Tapi ya, tindakan manipulasi tetaplah pelanggaran berat yang merusak kredibilitas layanan publik. Nggak bisa ditolerir.
Bukan cuma di Kalisari, rupanya. Pramono mengungkapkan ada kejadian serupa di Jakarta Selatan yang sedang dalam proses penindakan. Di sana, modusnya pakai rekaman time-lapse untuk memanipulasi laporan.
"Pokoknya semua yang melakukan itu, mau di Jakarta Selatan, Kalisari, atau di mana saja, tidak ada kompromi,"
katanya dengan nada keras.
Nuansa naratif: Suasana di Balai Kota tampaknya sedang tegang. Setelah heboh soal foto AI yang dipakai untuk membalas aduan warga, pemerintah provinsi memang sedang berusaha keras memulihkan kepercayaan. Pertemuan minggu depan nanti dipastikan bakal panas, penuh dengan teguran dan peringatan. Tujuannya satu: agar insiden memalukan seperti ini benar-benar berakhir.
Artikel Terkait
Dolar AS Melemah Didorong Kabar Perundingan Damai Israel-Lebanon
Bentrok di Halmahera Tengah Dipicu Hoaks, Bukan Konflik SARA
Serangan Udara di Beirut Bebani Sistem Kesehatan Lebanon yang Sudah Rapuh
Ferdinand Hutahaean: Jokowi Takut Hadapi Sidang Pencemaran Nama Baik