Namun begitu, pihak Rusia mengaku tak akan lengah. Mereka akan tetap dalam status siaga penuh selama gencatan berlangsung. Dan mereka punya harapan besar: Ukraina diminta untuk melakukan hal yang sama.
“Kami berasumsi bahwa pihak Ukraina akan mengikuti contoh Federasi Rusia,” tulis mereka. Sebuah harapan, atau mungkin sekadar permintaan, di tengah situasi yang masih panas.
Perayaan Paskah Ortodoks sendiri jatuh pada Minggu (12/4) tahun ini. Agama ini dianut mayoritas warga Rusia dan Ukraina. Kalender Julian yang mereka gunakan membuat perayaannya mundur beberapa hari dibandingkan paskah Katolik Roma atau Kristen pada umumnya. Momen religius inilah yang dijadikan alasan jeda sejenak dari perang.
Artikel Terkait
Dolar AS Melemah Didorong Kabar Perundingan Damai Israel-Lebanon
Bentrok di Halmahera Tengah Dipicu Hoaks, Bukan Konflik SARA
Serangan Udara di Beirut Bebani Sistem Kesehatan Lebanon yang Sudah Rapuh
Ferdinand Hutahaean: Jokowi Takut Hadapi Sidang Pencemaran Nama Baik