Dari sisi pemerintah daerah, komitmen juga ditegaskan. Imam Hidayat, Asisten I Setda Jatim yang mewakili gubernur, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pusat, terutama untuk peningkatan kualitas keluarga dan percepatan penurunan stunting.
"Pemprov Jatim pasti mendukung. Berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga, termasuk penurunan stunting lewat koordinasi lintas sektor, terus kita galakkan," katanya.
Ia menambahkan, upaya ini sudah jadi target kinerja utama yang tercantum dalam dokumen pembangunan daerah. Meski demikian, pengakuan bahwa masih ada daerah yang butuh pendampingan lebih intensif juga diungkapkan. "Makanya, koordinasi antara OPD provinsi dan kabupaten/kota harus kita perkuat lagi," jelas Imam.
Pendapat serupa datang dari Kepala DP3AK Jatim, Sufi Agustini. Ia menilai penurunan stunting adalah buah dari kolaborasi yang terus dipupuk melalui sosialisasi, edukasi, dan pendampingan langsung ke keluarga.
"Alhamdulillah, tahun ini kita sudah di angka sekitar 14 persen. Kami yakin, dengan fokus pada 1000 hari pertama kehidupan lewat pendampingan yang masif, angka ini bisa kita tekan lebih jauh," ujar Sufi.
Baginya, kunci keberlanjutan terletak pada peningkatan pemahaman pasangan usia subur tentang kesehatan keluarga. Melalui Rakorda kali ini, harapannya jelas: sinergi antara pusat, provinsi, dan daerah makin kuat. Fondasi untuk Indonesia Emas 2045, dimulai dari membangun keluarga yang berkualitas.
Editor: Redaksi
Artikel Terkait
FIFA Umumkan 52 Wasit Utama untuk Piala Dunia 2026, Termasuk Enam Wasit Perempuan
Israel Setuju Pembicaraan Langsung dengan Lebanon, Fokus pada Pelucutan Hizbullah
Gubernur DKI Ancam Pecat Oknum yang Manipulasi Laporan di Aplikasi JAKI
Pemprov DKI Godok Koneksi MRT dan KRL Listrik untuk Revitalisasi Kota Tua