BKKBN Jatim Gelar Rakorda, Soroti Capaian Penurunan Stunting dan TFR

- Kamis, 09 April 2026 | 22:00 WIB
BKKBN Jatim Gelar Rakorda, Soroti Capaian Penurunan Stunting dan TFR

Oleh: Masrul Fajrin

Surabaya – Di Surabaya, Kamis (9/4/2026) lalu, ruang rapat dipenuhi oleh para pejabat dan mitra kerja dari berbagai daerah. Mereka berkumpul bukan tanpa agenda. Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur tengah menggelar Rapat Koordinasi Daerah atau Rakorda untuk Program Bangga Kencana tahun 2026. Intinya, mereka ingin menyelaraskan langkah demi program prioritas nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Acara yang mengusung tema transformasi lembaga untuk mendukung program presiden ini dihadiri banyak pihak. Mulai dari perwakilan OPD KB kabupaten dan kota, kepala Bappeda, hingga para mitra kerja. Hadir pula sejumlah narasumber kunci, seperti Kepala KPPG Surabaya, Kepala Biro Organisasi Setda Jatim, dan tentu saja Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur.

Bicara soal tujuan, Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Sukamto, langsung menegaskan. Rakorda ini adalah momen penting untuk mengevaluasi tahun sebelumnya sekaligus merancang strategi untuk 2026.

"Kita berkumpul hari ini untuk mengevaluasi program yang sudah jalan. Tapi yang tak kalah penting, kita harus menyatukan langkah agar pelaksanaan di tahun depan bisa lebih optimal," ujar Sukamto, Kamis lalu.

Menurutnya, kerja sama lintas sektor selama ini sudah membuahkan hasil yang cukup nyata. Angka Total Fertility Rate (TFR) Jawa Timur, misalnya, sudah berhasil ditekan hingga ke level 1,96. Di sisi lain, capaian lain yang patut disyukuri adalah penurunan angka stunting. Kini angkanya berada di 14,7 persen, turun dari posisi di atas 17 persen pada 2023.

Ia juga menyoroti dukungan terhadap program prioritas presiden, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Program untuk ibu hamil, menyusui, dan balita non-PAUD ini penyalurannya lewat SPPG sudah mencapai 64 persen. Peran Tim Pendamping Keluarga di lapangan dinilai krusial. "Mereka sudah ada 93.729 orang dan sebagian terlibat langsung dalam distribusi MBG," jelas Sukamto.

Namun begitu, tantangan tetap ada. Sukamto mengakui, percepatan penurunan stunting butuh pendekatan dari banyak sisi. Selain soal gizi, persoalan seperti pernikahan dini masih jadi pekerjaan rumah di beberapa wilayah, sebut saja kawasan Tapal Kuda dan sebagian Malang Raya.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar