Di sisi lain, gelombang dukungan untuk korban sudah mengalir. Tercatat, belasan satpam dari PT Gelegar Gagah Gemilang mendatangi Ditreskrimum Polda Sumut pada Senin (6/4) lalu. Mereka solidaritas untuk rekan mereka, Ayatullah Komeni Pulungan, yang merasa jadi korban.
Manajer Operasi perusahaan itu, Arif Fianto, menggambarkan kondisi korban pasca-kejadian. "Rekan kami merasa terancam dan ketakutan setelah kejadian tersebut," katanya.
Namun begitu, ketakutan itu rupanya belum berakhir. Arif mengungkap adanya dugaan intimidasi lanjutan. Seseorang disebut meneror sang satpam agar laporannya dicabut.
“Kami bermohon kepada bapak Kapolda Sumut untuk memprioritaskan keselamatan dan keamanan satpam kami. Setelah kejadian itu, satpam kami merasa terancam karena diteror seseorang agar perkara dicabut,” tutur Arif.
Harapannya, polisi bisa menuntaskan kasus ini dengan serius. Saat ini, semua mata tertuju pada ruang penyelidikan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut. Proses masih berlangsung, keterangan dan bukti terus dikumpulkan. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
OJK Ingatkan Keterlambatan Bayar Paylater Tercatat di SLIK dan Pengaruhi Skor Kredit
Masjid Al-Aqsa Dibuka Kembali Setelah 40 Hari Ditutup, Suasana Masih Tergantung
Bank Dunia Soroti Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Gejolak Harga Energi Global
KAI Logistik Peroleh Sertifikasi Halal untuk Layanan Pengiriman Retail