Kalau dihitung-hitung, beban APBN untuk menutupi selisih ini bisa mencapai angka fantastis: sekitar Rp1,77 triliun. Namun begitu, Dahnil menegaskan bahwa angka ini masih bersifat sementara. "Perhitungan lebih rinci akan dihitung ulang kembali," katanya. Soal teknis pembayarannya pun masih akan dibahas lebih lanjut.
Keputusan ini jadi menarik, karena justru diumumkan di saat pemerintah sendiri baru saja menyatakan akan memotong biaya haji. Dalam sebuah rapat kerja besar di Istana Negara, sehari sebelumnya, Prabowo menyampaikan komitmennya.
"Yang sudah kita putuskan adalah... kita pastikan bahwa biaya haji tahun 2026 kita turunkan harganya sekitar Rp2 juta," tegas Presiden di hadapan para menteri dan pejabat tinggi negara.
Langkah ini disebutnya sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat, terutama calon jemaah dari kalangan biasa. Di tengah gejolak harga avtur yang melambung, pemerintah justru berani menurunkan biaya. "Walaupun harga avtur naik, tapi kita berani turunkan harga haji untuk tahun ini," ujar Prabowo. Itu, katanya, wujud nyata komitmen melindungi rakyat.
Kenaikan harga avtur yang jadi pangkal persoalan ini sendiri sudah berlaku sejak awal bulan. Pertamina menetapkan kenaikan rata-rata 70% untuk rute domestik dan 80% untuk internasional per 1 April 2026. Angkanya jadi jauh lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya.
Sebagai gambaran, harga per liter avtur domestik yang semula sekitar Rp13.656, melonjak jadi Rp23.551. Kalau dibandingkan dengan beberapa tahun lalu, kenaikannya bahkan hampir tiga kali lipat. Situasi inilah yang kemudian memicu kekhawatiran dan akhirnya direspons dengan kebijakan terbaru ini.
Artikel Terkait
Atletico Hancurkan Barcelona 2-0 di Camp Nou, Tuan Rumah Terancam Tersingkir
PSG Kalahkan Liverpool 2-0, Kokohkan Posisi Jelang Leg Kedua
Harga Emas Perhiasan Tembus Rp2,4 Juta per Gram pada 9 April 2026
Kisah Mardi Rambo dan Pengorbanan Prajurit Garuda di Medan Perdamaian