Tanjungpinang – Kabar soal penghentian total layanan kapal ferry dari Malaysia ke Tanjungpinang langsung dibantah tegas oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Isu itu beredar cukup ramai, tapi menurut Dinas Pariwisata setempat, faktanya rute internasional itu tetap beroperasi. Memang ada penyesuaian, tapi bukan berarti berhenti total.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, yang terjadi cuma pembatalan satu jadwal saja. Itu pun terjadi Senin lalu, 6 April 2026, dan sifatnya sangat sementara.
“Pembatalan itu hanya terjadi pada satu jadwal saja, bukan berarti seluruh operasional ferry dihentikan,” jelas Hasan.
Ia menegaskan, koordinasi dengan Pelindo sudah dilakukan untuk memastikan layanan tetap jalan normal. “Kami sudah berkoordinasi dengan Pelindo dan memastikan layanan tetap berjalan seperti biasa,” katanya lagi.
Lalu, bagaimana dengan kabar naiknya harga tiket? Hasan mengakui memang ada kenaikan. Penyebabnya, ya itu, harga minyak dunia yang meroket sehingga berdampak pada biaya operasional. Sayangnya, dalam hal tarif, pemerintah daerah tidak punya kewenangan untuk ikut campur.
“Kenaikan harga tiket merupakan dampak dari naiknya harga bahan bakar. Namun, kami akan terus mendorong peningkatan kualitas layanan agar wisatawan tetap merasa nyaman,” ungkapnya.
Di sisi lain, Hasan justru lebih menekankan soal kualitas layanan di pelabuhan. Baginya, ini adalah faktor kunci. Proses keimigrasian yang lancar, misalnya, akan memberi kesan pertama yang baik bagi turis asing.
Artikel Terkait
Prabowo Dorong Terminal Khusus dan Kerja Sama Maskapai untuk Percepatan Haji
Hasan Nasbi Kritik Pernyataan Provokatif di Tengah Tantangan Global
Prabowo Perintahkan Pengawasan Ketat Pembangunan Sekolah Rakyat di Kalsel
Novel Baswedan Desak Pembentukan TGPF Independen untuk Kasus Penyekatan Andrie Yunus