Cadangan Devisa Indonesia Turun ke US$148,2 Miliar Akibat Pembayaran Utang Luar Negeri

- Rabu, 08 April 2026 | 12:00 WIB
Cadangan Devisa Indonesia Turun ke US$148,2 Miliar Akibat Pembayaran Utang Luar Negeri

Di akhir Maret 2026, cadangan devisa Indonesia kembali menyusut. Tekanan global yang belum reda, ditambah dengan kewajiban membayar utang luar negeri pemerintah, membuat angka itu turun ke posisi US$148,2 miliar. Sebulan sebelumnya, angka itu masih bertengger di US$151,9 miliar. Kalau dirupiahkan dengan kurs Rp17.021 per dolar, penurunannya mencapai sekitar Rp2.522,5 triliun bukan jumlah yang sedikit.

Ramdan Denny Prakoso, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, mengakui hal itu.

“Tekanan utamanya memang berasal dari pembayaran utang luar negeri pemerintah,” ujarnya.

Namun begitu, ceritanya tak cuma soal utang. Ada beberapa faktor lain yang ikut bermain. Penerbitan global bond pemerintah, misalnya, juga memengaruhi pergerakan cadangan. Begitu pula dengan penerimaan dari pajak dan jasa. Di sisi lain, BI sendiri melakukan intervensi untuk menstabilkan nilai tukar rupiah, yang ikut menyedot cadangan.

Langkah stabilisasi itu, menurut Ramdan, adalah respons wajar melihat gejolak pasar keuangan global yang masih tinggi volatilitasnya.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar