Meski turun, BI menilai posisi cadangan devisa kita masih tergolong aman. Angka US$148,2 miliar itu setara dengan pembiayaan impor selama 6 bulan, atau cukup untuk menutup impor dan pembayaran utang pemerintah selama 5,8 bulan. Standar kecukupan internasional biasanya hanya sekitar tiga bulan, jadi posisi kita masih jauh di atas ambang batas itu.
Bank sentral pun menegaskan, cadangan yang ada saat ini dinilai masih mampu menjaga ketahanan sektor eksternal. Stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional, kata mereka, tetap terjaga.
Ke depan, optimisme masih ada. BI meyakini ketahanan eksternal Indonesia akan tetap kuat. Keyakinan ini didasari oleh arus modal asing yang diperkirakan masih akan masuk, seiring dengan persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi dalam negeri. Daya tarik imbal hasil investasi di Indonesia juga masih jadi magnet.
Sebagai langkah lanjutan, koordinasi dengan pemerintah akan terus diperkuat. Tujuannya jelas: menjaga stabilitas eksternal dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah ketidakpastian global.
Artikel Terkait
Trump Umumkan Gencatan Senjata Dua Pekan dengan Iran, Siapkan Perundingan Lanjutan
Prabowo Tegaskan Rakyat Berhak Ganti Pemerintah yang Dinilai Tak Baik
Pemerintah Luncurkan Buku Saku Panduan 17 Program Bantuan Kesejahteraan 2026
Jusuf Kalla Laporkan Isu Pendanaan Roy Suryo, Sebut Polemik Ijazah Jokowi Picu Perpecahan