“Iya, itu asli, bukan AI,”
tegasnya.
Namun begitu, masalahnya bukan cuma soal keaslian video. Yang disesalkan oleh pihak JK adalah sikap Rismon sendiri. Isu ini sudah ramai diperbincangkan publik, tapi Rismon dianggap tak kunjung memberikan klarifikasi. Padahal, sebagai pihak yang dianggap intens mengikuti kasus terkait Jokowi, seharusnya ia paham betul dampak dari keviralan sebuah informasi.
“Seharusnya dia segera klarifikasi agar persoalan ini tidak berkembang,” ujar Abdul. Sayangnya, klarifikasi itu baru muncul belakangan. Tepatnya, setelah laporan resmi ke kepolisian sudah terlanjur diajukan.
“Baru setelah laporan dibuat dia muncul memberikan klarifikasi,” imbuhnya, dengan nada sedikit kesal.
Di sisi lain, Abdul menegaskan bahwa sebenarnya persoalan ini bukan hal yang besar bagi JK. Mantan wakil presiden dua periode itu kini lebih fokus pada kegiatan kemanusiaan, baik di dalam maupun luar negeri. Kesibukannya nyata. Undangan ke Thailand dan Malaysia menunggu, belum lagi kunjungan Duta Besar Iran ke kediamannya.
Dengan agenda yang begitu padat, Abdul menilai mustahil bagi JK untuk menghubungi Rismon secara langsung. “Kan nggak mungkin Pak JK harus telepon si Rismon,” pungkasnya. Semuanya kini diserahkan kepada proses hukum yang sedang berjalan.
Artikel Terkait
Terdakwa Korupsi Plasa Klaten Bantah Kerugian Negara, Sebut BPK Cacat Hukum
Plt Kades Tamainusi Jadi Tersangka Korupsi Dana CSR Rp9,6 Miliar
Serangan Israel di Teheran Hancurkan Sinagoge Bersejarah dan Kampus Bergengsi
Survei: Program Pemerintah Dinilai Tepat Sasaran, Kepuasan Mudik Lebaran 2026 Melonjak