Jadi, programnya nggak setengah-setengah. Dukungannya menyeluruh, mulai dari penyediaan bibit dan pupuk, penanganan serangan hama, sampai bantuan alat berat seperti traktor. Tujuannya satu: memastikan dari tanam sampai hasilnya terjual, petani dapat pendampingan penuh.
Nurkhalim, Ketua Kelompok Tani Makmur Subur, membenarkan manfaatnya. Ia merasakan sendiri bagaimana pendampingan itu berjalan.
"Dampingannya memang terasa. Dari awal tanam sampai panen, ada saja yang bantu. Misalnya, tanaman sudah sekian minggu, kita diingatkan untuk kasih pupuk. Kalau ada hama, langsung ditangani bersama. Untuk urusan jualan juga lancar. Hasil panen ludes terjual, dan pihak kepolisian bantu pasarkan ke Bulog," jelas Nurkhalim.
Dengan adanya kepastian pasar lewat Bulog ini, petani punya harapan lebih besar. Kesejahteraan mereka diharapkan ikut terdongkrak seiring meluasnya lahan jagung yang mereka garap. Sinergi seperti ini, meski mungkin jarang terdengar, ternyata membawa angin segar. Bukan cuma untuk perut, tapi juga untuk semangat bertani di Sungai Ulin.
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Polisi Amankan Pria dan Sita Obat Keras dari Toko Obat di Penjaringan
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Diklaim Minta Rp20 Miliar untuk Restorative Justice
Baku Tembak di Konsulat Israel Istanbul, Pelaku Tewas
Pertamina Tinjau Kesiapan Terminal Jakarta untuk Jamin Distribusi Energi