Polisi dan Petani Banjarbaru Garap 30 Hektare Lahan Jagung untuk Ketahanan Pangan

- Selasa, 07 April 2026 | 22:45 WIB
Polisi dan Petani Banjarbaru Garap 30 Hektare Lahan Jagung untuk Ketahanan Pangan

Jadi, programnya nggak setengah-setengah. Dukungannya menyeluruh, mulai dari penyediaan bibit dan pupuk, penanganan serangan hama, sampai bantuan alat berat seperti traktor. Tujuannya satu: memastikan dari tanam sampai hasilnya terjual, petani dapat pendampingan penuh.

Nurkhalim, Ketua Kelompok Tani Makmur Subur, membenarkan manfaatnya. Ia merasakan sendiri bagaimana pendampingan itu berjalan.

"Dampingannya memang terasa. Dari awal tanam sampai panen, ada saja yang bantu. Misalnya, tanaman sudah sekian minggu, kita diingatkan untuk kasih pupuk. Kalau ada hama, langsung ditangani bersama. Untuk urusan jualan juga lancar. Hasil panen ludes terjual, dan pihak kepolisian bantu pasarkan ke Bulog," jelas Nurkhalim.

Dengan adanya kepastian pasar lewat Bulog ini, petani punya harapan lebih besar. Kesejahteraan mereka diharapkan ikut terdongkrak seiring meluasnya lahan jagung yang mereka garap. Sinergi seperti ini, meski mungkin jarang terdengar, ternyata membawa angin segar. Bukan cuma untuk perut, tapi juga untuk semangat bertani di Sungai Ulin.

Editor: Redaksi TVRINews

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar