jelas Eko lebih lanjut.
Di sisi lain, perjalanan menangkap Andre ini ternyata tidak mulus. Eko mengungkap bahwa buron ini sempat berusaha kabur dan menghilangkan jejak. Begitu tahu namanya masuk daftar buron, Andre langsung bertindak nekat.
“Saat Andre Fernando mengetahui dirinya sebagai DPO Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, yang bersangkutan membuang handphone jenis iPhone 16 warna hitam miliknya di sebuah jalan tol dari Kuala Lumpur ke arah Selangor dengan maksud menghilangkan jejak dan barang bukti yang ada di handphone tersebut,”
ucapnya.
Upayanya itu, bagaimanapun, sia-sia belaka. Tim gabungan tetap berhasil melacak dan menangkapnya di Penang, mengakhiri pelarian sang 'Dokter'.
Artikel Terkait
PPATK Dorong Penanganan Penyalahgunaan BBM Subsidi Masuk Ranah Pencucian Uang
BTN: Belum Ada Perkembangan Signifikan Soal Naturalisasi Luke Vickery
Bareskrim Bongkar Jaringan Penyalahgunaan Subsidi, Negara Rugi Rp1,26 Triliun
Kru Artemis II Mulai Perjalanan Pulang Usai Pecahkan Rekor Jarak dari Bumi