Lima prajurit TNI Angkatan Laut diduga terlibat dalam pengeroyokan seorang guru SMK di Talaud, Sulawesi Utara. Yang memprihatinkan, para oknum itu disebut-sebut dalam keadaan mabuk saat kejadian. TNI AL pun tak tinggal diam; mereka langsung meminta maaf atas insiden memalukan ini.
Dankodaeral VIII, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, secara khusus menyampaikan permintaan maaf kepada warga Melonguane. Dia mengakui peristiwa ini menimbulkan ketidaknyamanan dan bakal jadi bahan evaluasi yang serius.
Menurutnya, situasi di lapangan kini sudah kondusif berkat tindakan cepat aparat gabungan TNI dan Polri. Dia juga menegaskan sikap tegas institusinya.
Artikel Terkait
OJK Sodorkan Roadmap Integralitas untuk Atasi Masalah Struktural di Pasar Modal
Pengadilan Tolak Praperadilan Yaqut, Status Tersangka KPK Sah
Inter Miami Ikut Perburuan Bernardo Silva, Bersaing dengan Juventus dan Benfica
BGN Hentikan Sementara 1.512 Satuan Pelayanan Gizi di Jawa