Memang, situasi di Timur Tengah memanas drastis dalam beberapa pekan terakhir. Pemicunya adalah serangan skala besar AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan itu diklaim telah menewaskan sedikitnya 1.340 orang di Iran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei yang sebelumnya memimpin negara itu.
Teheran pun tak tinggal diam. Mereka membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone, menyasar Israel serta sejumlah negara Teluk yang dianggap menampung aset militer AS.
Namun begitu, serangan dari pihak AS dan Israel tampaknya belum berhenti. Sasaran mereka beragam, mulai dari fasilitas nuklir yang strategis hingga bangunan-bangunan sipil seperti sekolah dan rumah sakit. Kerusakan infrastruktur pendidikan, seperti yang dijelaskan Kazemi, hanyalah satu fragmen dari gambaran kehancuran yang lebih luas.
Artikel Terkait
Polisi dan Petani Banjarbaru Garap 30 Hektare Lahan Jagung untuk Ketahanan Pangan
Tokoh Sejarah di Balik Pesawat Seulawah RI-001, Teungku Nyak Sandang, Wafat di Aceh Jaya
Polisi Selidiki Gas Mematikan di Bak Proyek Jagakarsa yang Diduga Tewaskan Empat Pekerja
Pemkot Cilegon Terapkan WFH Jumat untuk ASN, Dukung Penghematan Energi