Jalur kereta listrik yang dimaksud akan membentang jauh, dari Rawajati hingga ke Tanjung Priok. Harapannya jelas: memangkas waktu tempuh dan mempermudah mobilitas ribuan warga ibu kota setiap harinya.
"Kereta listrik 16 kilo dari Rawajati sampai ke Tanjung Priok itu secara signifikan akan membantu kemudahan transportasi," tambah Pramono.
Di sisi lain, ada lagi pekerjaan rumah yang sedang digarap. Pemprov DKI bersama KAI tengah menggodok integrasi tiga stasiun penting di pusat kota: Dukuh Atas, BNI City, dan Karet. Prosesnya disebut berjalan tanpa kendala berarti.
"Termasuk urusan yang Dukuh Atas, Stasiun BNI, dan Karet yang akan kita integrasikan," imbuhnya. "Segera akan dilakukan."
Nampaknya, tahun-tahun ke depan akan sibuk dengan penyelesaian berbagai proyek transportasi ini. Semuanya bertujuan satu: membuat pergerakan di Jakarta jadi lebih lancar dan terhubung.
Artikel Terkait
Polisi Selidiki Gas Mematikan di Bak Proyek Jagakarsa yang Diduga Tewaskan Empat Pekerja
Pemkot Cilegon Terapkan WFH Jumat untuk ASN, Dukung Penghematan Energi
Pemprov DKI Berlakukan WFH bagi ASN Setiap Jumat dengan Kuota Terbatas
Harga Plastik Melonjak hingga 100%, Stok di Padang Menipis