Ia juga mengingatkan, bangsa ini baru saja merayakan Idul Fitri. Momentum seharusnya dipakai untuk memperkuat persatuan, bukan malah diisi dengan pernyataan-pernyataan yang memanas-manasi situasi.
"Di bulan yang penuh berkah ini, sudah sepatutnya kita menghadirkan narasi yang menyejukkan, bukan justru memperkeruh suasana dengan pernyataan provokatif dan kontraproduktif," ujarnya.
Menurutnya, pemerintah di bawah Prabowo sedang berjuang keras menghadapi segudang tantangan. Mulai dari penguatan ekonomi dalam negeri, sampai pada dinamika global yang serba tak pasti seperti krisis energi dan geopolitik.
"Pemerintah berupaya maksimal memperkuat fondasi ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta menjaga stabilitas nasional. Karena itu, seluruh elemen bangsa seharusnya memberikan dukungan, bukan justru menyebarkan spekulasi yang tidak berdasar," tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Mardiono mengajak semua pihak, terutama tokoh masyarakat dan pengamat, untuk lebih bijak. Berbicara di ruang publik harusnya mengedepankan etika dan tanggung jawab.
"Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun harus disampaikan secara konstruktif dan bertanggung jawab demi menjaga keutuhan bangsa," pungkas Mardiono.
Artikel Terkait
Trump Ancam Serang Pembangkit Listrik Iran Jika Selat Hormuz Tak Dibuka
ITB Soroti Pentingnya Kombinasi FTTH dan FWA untuk Pemerataan Internet
Bareskrim Ungkap Modus Penimbunan dan Jual Gelap BBM Subsidi ke Industri
Polisi Amankan Pria Diduga Pengedar Ribuan Butir Obat Keras di Bogor