Donald Trump kembali mengeluarkan ancaman keras. Kali ini, targetnya adalah Iran. Ancaman terbaru mantan Presiden AS itu muncul bertepatan dengan tenggat waktu pembukaan Selat Hormuz jalur minyak vital yang kini terkatup akibat konflik yang dipicu AS dan Israel.
Lewat akun Truth Social-nya, Trump menggambarkan situasi dengan nada suram.
“Seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali,”
Begitu bunyi kutipannya, seperti dilaporkan Aljazeera, Selasa lalu. Unggahan itu langsung memicu gelombang kecemasan.
Namun begitu, dalam postingan berikutnya, Trump berusaha melunak. Dia bilang sebenarnya tak menginginkan skenario mengerikan itu terjadi. Yang dia mau, klaimnya, adalah perubahan rezim di Tehran.
“Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi mungkin akan terjadi. Namun, sekarang kita memiliki perubahan rezim yang lengkap dan total, di mana pikiran yang berbeda, lebih cerdas, dan tak radikal berkuasa, mungkin sesuatu yang revolusioner dan luar biasa dapat terjadi,”
Katanya lagi. Trump lalu menutup dengan kalimat yang lebih bombastis.
“SIAPA TAHU? Kita akan mengetahuinya malam ini, salah satu momen terpenting dalam sejarah dunia yang panjang dan kompleks. 47 tahun pemerasan, korupsi, dan kematian, akhirnya akan berakhir. Tuhan memberkati rakyat Iran yang hebat!”
Semua ini berawal dari ultimatum Trump sebelumnya. Dia memberi Iran waktu 48 jam untuk membuka Selat Hormuz. Jika tidak dipatuhi, ancamnya, Washington siap ‘menghancurkan’ sejumlah pembangkit listrik Iran.
“Jika Iran tidak SEPENUHNYA MEMBUKA, TANPA ANCAMAN, Selat Hormuz dalam 48 JAM sejak saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai PEMBANGKIT LISTRIK mereka, DIMULAI DARI YANG TERBESAR!” tulisnya pada 21 Maret.
Memang, selat itu ditutup Iran bukan tanpa alasan. Aksi ini adalah respons atas serangan AS dan Israel akhir Februari lalu. Penutupan ini jelas membuat Trump geram. Dia pun mendesak sekutu-sekutunya untuk ikut membantu membuka paksa selat tersebut.
Sayangnya, sejauh ini ajakannya itu sepi penerimaan. Sekutu-sekutu AS tampaknya enggan ikut campur.
Artikel Terkait
IKM Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri atas Video Ceramah yang Dinilai Mengandung Ujaran Kebencian
Pemohon Cabut Gugatan Uji Materiil Pasal Korupsi KUHP Baru di MK
Israel Kembali Targetkan Komandan Baru Hamas di Gaza, Gantikan Petinggi yang Tewas Sebelumnya
Lima Desa di Gorontalo Utara Terendam Banjir, Puluhan Rumah Rusak Akibat Luapan Sungai Biau