Ancaman terbaru Donald Trump terhadap Iran kembali memicu reaksi keras dari Teheran. Kali ini, juru bicara militer Iran dari Markas Besar Khatam al-Anbiya angkat bicara. Menurutnya, ancaman Presiden AS itu untuk menghancurkan infrastruktur penting seperti jembatan dan pembangkit listrik tak lebih dari omong kosong yang arogan.
“Retorika kasar dan ancaman tanpa dasar dari presiden AS yang delusional itu,” ujar sang juru bicara,
“tidak akan pernah bisa menutupi aib dan penghinaan yang dialami Amerika di kawasan Asia Barat.”
Pernyataan itu disiarkan langsung oleh media pemerintah Iran, Selasa lalu. Jubir itu menegaskan, ancaman semacam itu hanyalah bentuk kegagalan. Ia menilai Washington sedang berusaha mengalihkan perhatian dari kekalahan strategisnya di lapangan.
Ultimatum yang Berganti-ganti
Semuanya berawal dari unggahan Trump di Truth Social. Pada Sabtu, 4 April, ia memberi ultimatum 48 jam kepada Iran. Isinya: buka Selat Hormuz atau hadapi “neraka”.
Artikel Terkait
Persib Waspadai Bali United yang Berangkat dengan Moral Tinggi ke GBLA
Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Korupsi Petral, Diduga Mark-up Harga Minyak 2008-2015
Wanita Ditemukan Tewas dengan Luka Gorok di Leher di Rumahnya, Bekasi
Vance Tegaskan Lebanon Tak Termasuk dalam Gencatan Senjata dengan Iran