Pernyataan itu sejalan dengan klaim Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Mereka menyatakan telah menyerang dua kompleks petrokimia terpenting Iran. Serangan itu, kata mereka, melumpuhkan lebih dari 85% kapasitas ekspor petrokimia negara tersebut. Pukulan yang sangat telak, jika klaim ini benar.
Fokus pada Asaluyeh
IDF secara khusus menyoroti serangan di kawasan Asaluyeh. Lokasi ini, menurut mereka, bukan cuma fasilitas industri biasa. Tempat itu diduga kuat berfungsi sebagai pusat produksi komponen penting untuk industri rudal Iran. Jadi, serangan ini punya dimensi strategis yang lebih dalam.
Di balik ketegangan militer, jalur diplomasi ternyata masih berdenyut. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi telah berbicara langsung dengan Netanyahu pada hari Minggu lalu. Mereka membahas perkembangan terbaru di lapangan, meski detail percakapan itu tidak diungkap ke publik.
Namun begitu, situasi di kawasan tetap mencemaskan. Eskalasi tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Yang jadi taruhan bukan cuma stabilitas regional, tapi juga keamanan infrastruktur energi global dan tentu saja, keselamatan jutaan warga sipil yang terjebak di tengahnya.
Artikel Terkait
Anggota DPRD DKI Kritik Balasan Foto AI di Aplikasi JAKI, Desak Sanksi Tegas
Harga Sembako Masih Fluktuatif Pasca-Lebaran, Daya Beli Belum Pulih
Di Gregorio Jadi Pahlawan, Juventus Kalahkan Genoa dan Dekati Zona Liga Champions
Menteri Keuangan Bantah Isu APBN Cuma untuk Dua Pekan, Sebut Sumber dari Internal