Di sisi lain, sambutan hangat Pemprov Jatim mendapat apresiasi dari tamunya. Gubernur Samarkand, Adiz Boboev, menyampaikan keinginannya untuk menjalin kerja sama yang lebih nyata.
“Kami ingin mengembangkan kerja sama di bidang ekonomi, pariwisata, dan kesejahteraan bersama Jawa Timur,” katanya.
Lalu, apa langkah konkretnya? Pemprov Jatim tak main-main. Mereka langsung melibatkan pelaku industri, seperti agen perjalanan, untuk menjajaki peluang kerja sama dengan Pemerintah Samarkand. Yang tak kalah penting, isu konektivitas transportasi jadi perhatian serius. Pembukaan penerbangan langsung dari Indonesia menuju Samarkand atau Tashkent dianggap sebagai peluang yang harus diwujudkan.
“Penguatan konektivitas ini diharapkan dapat mempererat hubungan antarmasyarakat, khususnya dalam pengembangan wisata religi dan pertukaran budaya,” tutup Khofifah.
Menurut sejumlah saksi, undangan dalam pertemuan itu memang cukup spesifik. Pemprov Jatim sengaja mengundang perwakilan ulama dari pesantren-pesantren yang konsisten mengajarkan hadis shahih Imam Bukhari. Tujuannya jelas, agar pertukaran ilmu bisa lebih langsung. Agen perjalanan juga dilibatkan sejak dini, agar mereka punya gambaran tentang potensi paket wisata religi ke makam Imam Bukhari dan situs-situs bersejarah lainnya di Samarkand.
Editor: Redaksi
Artikel Terkait
Supplier MBG Kendal Demo, Tagihan Rp141 Juta Tak Dibayar Koperasi
Wamenristek Sebut Harga Listrik Panas Bumi Masih Lebih Mahal dari Batu Bara
LBH Cianjur Serahkan Data Tambahan ke KPK untuk Laporan Jual-Beli Jabatan
Don Lee Ucapkan Terima Kasih ke Pemprov DKI atas Dukungan Syuting Film Extraction: Tygo