Dari penyelidikan, Andre disebut menyediakan sabu yang dibeli Koh Erwin untuk diedarkan di Bima, NTB. Transaksi mereka terjadi dua kali pada Januari 2026. Nilainya gila-gilaan.
Transaksi pertama senilai Rp400 juta untuk 2 kg sabu. Lalu, ada lagi transaksi kedua dengan nominal sama, Rp400 juta, tapi untuk 3 kg sabu. Barang haram itu didistribusikan ke wilayah Bima.
Namun begitu, ternyata komoditas Andre bukan cuma sabu. Jajarannya lebih beragam.
“Ko Andre atau The Doctor menyediakan narkoba berbagai jenis, di antaranya sabu, vape yang mengandung etomidate, dan happy water,” kata Brigjen Eko Hadi Santoso, Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri.
Lebih detail, Eko membeberkan modus operandi si "Dokter". Jaringan Andre di Riau menjadi pintu masuk. Cartridge vape berisi etomidate dengan merek mewah seperti Ferrari dan Lamborghini diselundupkan via jalur laut dari Malaysia, masuk melalui Dumai.
“Sedangkan untuk pengiriman narkotika jenis sabu, kebanyakan menggunakan kargo uang yang di-packing, lalu dimasukkan ke dalam boneka dan dibungkus dalam kotak kado,” pungkas Eko mengungkap kelicikan tersangka.
Penangkapan ini tentu jadi pukulan telak bagi jaringan narkoba internasional itu. Meski begitu, lanskap kejahatan narkoba selalu berubah. Perburuan terhadap pelaku lainnya kemungkinan masih akan berlanjut.
Artikel Terkait
Don Lee Ucapkan Terima Kasih ke Pemprov DKI atas Dukungan Syuting Film Extraction: Tygo
AS Siap Genjot Serangan ke Iran Jelang Berakhirnya Ultimatum Trump
UNIFIL Peringatkan Nyawa Pasukan Perdamaian Terancam Eskalasi Israel-Hizbullah
Jadwal Salat di Jakarta Hari Ini, Imsak Pukul 04.27 WIB