Sugiono Desak Gencatan Senjata Permanen sebagai Jalan Bagi Kemerdekaan Palestina

- Sabtu, 22 November 2025 | 12:24 WIB
Sugiono Desak Gencatan Senjata Permanen sebagai Jalan Bagi Kemerdekaan Palestina
Laporan Pertemuan PDG Brussels

Di Brussels, tepatnya pada hari Kamis (20/11), Menteri Luar Negeri Sugiono hadir dalam forum penting Pertemuan Tingkat Menteri Palestine Donor Group (PDG). Acara yang cukup strategis ini dipimpin langsung oleh Dubravka Šuica, Komisioner Uni Eropa untuk Mediterania, dan Mohammad Mustafa, Perdana Menteri Otoritas Palestina.

Dalam forum tersebut, Sugiono bersikap tegas. Gencatan senjata di Gaza, menurutnya, harus benar-benar nyata dan permanen. Tidak boleh setengah-setengah. Lebih dari itu, langkah ini harus menjadi batu loncatan menuju pemulihan kemanusiaan yang menyeluruh dan yang tak kalah penting terwujudnya negara Palestina yang merdeka berdasarkan two-state solution.

“Menlu Sugiono menyampaikan bahwa situasi kemanusiaan di Gaza tetap mengkhawatirkan meskipun telah tercapai kesepakatan gencatan senjata. Menlu Sugiono menegaskan bahwa pemulihan yang efektif hanya dapat dicapai apabila setiap bantuan kemanusiaan serta proses rekonstruksi dan pembangunan, senantiasa berpusat pada pemerintah dan rakyat Palestina,”

Demikian bunyi pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri yang dirilis pada Sabtu (22/11).

Di sisi lain, Sugiono juga mengapresiasi pembahasan soal penguatan koordinasi donor untuk rekonstruksi Gaza. Dia menekankan bahwa pemulihan haruslah inklusif, fokus pada kebutuhan riil masyarakat, dan yang utama: memulihkan martabat rakyat Palestina. Itu poin krusialnya.

Pertemuan itu sendiri tidak hanya membahas hal-hal mendesak di lapangan. Mereka juga menyoroti Resolusi Dewan Keamanan PBB tentang Gaza yang baru saja diadopsi pada 17 November 2025. Para menteri hadir sepakat, resolusi itu butuh mekanisme implementasi yang jelas dan efektif. Tanpa itu, mustahil bisa mendorong kemerdekaan dan perdamaian bagi Palestina.

“Kita perlu memastikan adanya mandat PBB yang jelas bagi misi penjaga perdamaian, sesuai dengan hukum internasional dan parameter yang disepakati bersama oleh semua pihak,” tegas Sugiono di hadapan para peserta.

Pertemuan PDG kali ini dihadiri oleh banyak pihak. Mulai dari negara-negara anggota Uni Eropa, mitra di kawasan, hingga berbagai lembaga internasional. Agenda reformasi Otoritas Palestina turut dibahas, begitu pula dukungan untuk pemulihan Gaza dan pembangunan ekonomi di Tepi Barat. Intinya, diskusinya cukup komprehensif.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar