Di sisi lain, Sugiono juga mengapresiasi pembahasan soal penguatan koordinasi donor untuk rekonstruksi Gaza. Dia menekankan bahwa pemulihan haruslah inklusif, fokus pada kebutuhan riil masyarakat, dan yang utama: memulihkan martabat rakyat Palestina. Itu poin krusialnya.
Pertemuan itu sendiri tidak hanya membahas hal-hal mendesak di lapangan. Mereka juga menyoroti Resolusi Dewan Keamanan PBB tentang Gaza yang baru saja diadopsi pada 17 November 2025. Para menteri hadir sepakat, resolusi itu butuh mekanisme implementasi yang jelas dan efektif. Tanpa itu, mustahil bisa mendorong kemerdekaan dan perdamaian bagi Palestina.
“Kita perlu memastikan adanya mandat PBB yang jelas bagi misi penjaga perdamaian, sesuai dengan hukum internasional dan parameter yang disepakati bersama oleh semua pihak,” tegas Sugiono di hadapan para peserta.
Pertemuan PDG kali ini dihadiri oleh banyak pihak. Mulai dari negara-negara anggota Uni Eropa, mitra di kawasan, hingga berbagai lembaga internasional. Agenda reformasi Otoritas Palestina turut dibahas, begitu pula dukungan untuk pemulihan Gaza dan pembangunan ekonomi di Tepi Barat. Intinya, diskusinya cukup komprehensif.
Artikel Terkait
Brimob Tembak Warga di Tambang Ilegal Bombana, Empat Personel Diperiksa Propam
Iran Padamkan Internet, Tuding AS dan Israel Picu Kerusuhan dari Aksi Damai
Dentuman Kembali di Aleppo, 22 Nyawa Melayang dalam Bentrokan
Gaji Dua Digit: Simbol Prestasi atau Jerat Kecemasan?