Hujan deras yang mengguyur Purwakarta belakangan ini ternyata meninggalkan jejak yang cukup merepotkan. Ruas jalan nasional Cikopo–Sadang pun tak luput, dengan kerusakan muncul di beberapa titik. Menanggapi aduan warga, Kementerian PU langsung bergerak. Mereka turun tangan memperbaiki setidaknya 21 titik kerusakan yang ada.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menekankan bahwa respons cepat seperti ini memang krusial. "Konektivitas harus tetap terjaga, namun yang paling utama adalah keselamatan pengguna jalan," tegasnya.
Dody menyampaikan hal itu dalam keterangannya pada Senin (6/4/2026).
"Karena itu penanganan dilakukan secara cepat dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian," tambahnya.
Langkah konkretnya ditangani oleh BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat, yang sudah bekerja sejak Minggu lalu. Mereka menggunakan metode patching dengan Campuran Aspal Panas (CAP) untuk menambal titik-titik yang rusak. Ini bagian dari upaya menjaga kemantapan jalan nasional, tentu saja.
Sebenarnya, kondisi jalan itu sempat prima saat arus mudik Lebaran 2026 kemarin. Pemerintah sudah melakukan penanganan sementara dengan metode Salob, sehingga perjalanan pemudik berjalan cukup lancar tanpa hambatan berarti. Tapi cuaca ekstrem dan hujan tinggi belakangan ini rupanya tak bisa dihindari. Akibatnya, badan jalan pun kembali menunjukkan tanda-tanda kelelahan.
Artikel Terkait
Pelaku Pemalakan di Purwakarta Tewaskan Pemilik Hajatan, Ditangkap Usai Buron ke Subang
Supplier MBG Kendal Demo, Tagihan Rp141 Juta Tak Dibayar Koperasi
Wamenristek Sebut Harga Listrik Panas Bumi Masih Lebih Mahal dari Batu Bara
LBH Cianjur Serahkan Data Tambahan ke KPK untuk Laporan Jual-Beli Jabatan