Fahri melanjutkan, wujud tindakan di luar konstitusi memang beragam. Namun begitu, ia menekankan bahwa situasi saat ini, baik di dalam negeri maupun global, justru menuntut persatuan. Bukan sebaliknya.
Dalam sistem kita, Presiden bukan satu-satunya pemegang kendali. Masih ada cabang kekuasaan lain yang bisa dimintai pertanggungjawaban. Itu poin yang coba ditegaskan Fahri. Baginya, ini soal tanggung jawab kolektif.
Ia juga menyelipkan pesan untuk para aktivis yang telah berjuang membangun demokrasi.
Di akhir pernyataannya, Fahri mencoba melihat niat baik dari berbagai kebijakan yang digulirkan. Dunia, katanya, sedang tidak mengizinkan kita untuk berbuat macam-macam. Semua harus kompak.
Begitulah. Debat publik pun terus bergulir, antara kebebasan berpendapat dan batasan konstitusional yang kerap samar. Suasana politik memang kembali memanas.
Artikel Terkait
Pemulihan Pascabencana Sumatra: Sumbar Paling Cepat, Aceh Tamiang Masih Butuh Perhatian Serius
KPK Geledah Rumah Kepala Diskominfo Madiun Terkait Kasus Wali Kota Nonaktif
Ledakan Guncang Kompleks Petrokimia Strategis Iran, Israel Klaim Bertanggung Jawab
Pakistan Ajukan Proposal Dua Tahap untuk Hentikan Konflik AS-Iran