Nah, yang menarik justru di daerah terdampak. Sumatera Barat dan Aceh mencatat inflasi bulanan sangat rendah, hanya 0,04%. Sumatera Utara malah mengalami deflasi sebesar 0,13%. Angka-angka ini, meski kecil, punya makna besar.
Ambil contoh Aceh. Wilayah ini sempat mengalami lonjakan harga yang cukup menyiksa karena distribusi barang terhambat parah. Jalan putus, pasokan mandek. Tapi rupanya, kondisi itu perlahan berbalik. Begitu distribusi mulai pulih, inflasi bulanannya langsung menunjukkan perbaikan.
"Artinya apa yang dikerjakan selama ini untuk menormalisasi Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, mengendalikan harga barang dan jasa, itu sudah cukup baik," pungkas Tito. "Karena banyak suplai sudah masuk."
Momentum ini tentu harus dijaga. Tito menekankan, ketersediaan pasokan dan distribusi yang mulai stabil di wilayah bencana adalah sinyal bagus. Tapi bukan berarti bisa lengah. Koordinasi ketat antara pusat dan daerah, plus pemantauan komponen inflasi, tetap kunci agar kemajuan ini tidak mundur lagi.
Artikel Terkait
Jadwal Salat di Jakarta Hari Ini, Imsak Pukul 04.27 WIB
Gibran Soroti Pentingnya Modernisasi Alat untuk Dukung Petani Muda di Kupang
Anjloknya KA Bangunkarta di Brebes Kacaukan Lalu Lintas, 27 Perjalanan KA Dibatalkan dan Terhenti
Hakim Pertimbangkan Permohonan Tahanan Rumah untuk Nadiem Makarim