Suasana haru dan duka masih terasa pekat di TPU Kampung Cijelar, Purwakarta, Minggu sore kemarin. Di sanalah Dadang (58) akhirnya dimakamkan. Pemilik hajatan itu tewas setelah dikeroyok segerombolan preman. Prosesi pemakamannya dihadiri oleh keluarga dan kerabat dekat, yang tak kuasa menahan tangis.
Saat jenazah mulai diturunkan, isak tangis pun pecah. Sedihnya, salah seorang keluarga nyaris pingsan. Mereka benar-benar tak sanggup menahan nestapa.
Ini semua berawal dari momen yang seharusnya bahagia: pesta pernikahan anak Dadang di Kampung Cikumpay PTPN, Sabtu lalu. Tapi malah berubah jadi petaka. Menurut keterangan, sekelompok pria mendatangi lokasi hajatan dan meminta uang. Dadang menolak. Penolakan itu rupanya memicu amarah mereka.
Keributan tak terelakkan. Situasi cepat memanas dan berujung pada pengeroyokan yang brutal. Dadang mengalami luka serius dan akhirnya meninggal dunia, mengubah sukacita keluarga menjadi duka yang mendalam.
Artikel Terkait
Pelaku Pemalakan di Purwakarta Tewaskan Pemilik Hajatan, Ditangkap Usai Buron ke Subang
Supplier MBG Kendal Demo, Tagihan Rp141 Juta Tak Dibayar Koperasi
Wamenristek Sebut Harga Listrik Panas Bumi Masih Lebih Mahal dari Batu Bara
LBH Cianjur Serahkan Data Tambahan ke KPK untuk Laporan Jual-Beli Jabatan