BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Lebih Kering dan Lebih Panjang

- Senin, 06 April 2026 | 10:55 WIB
BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Lebih Kering dan Lebih Panjang

Musim kemarau ternyata sudah mulai menyapa beberapa daerah di Indonesia. Menurut catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga akhir Maret 2026, sejumlah wilayah sudah masuk fase kering. Nanti, pada bulan April, Mei, dan Juni, sebagian besar wilayah lain di Tanah Air baru akan menyusul.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, membeberkan daftar daerah yang sudah lebih dulu merasakan kemarau. Wilayah-wilayah itu tersebar dari ujung barat hingga timur.

Di Aceh dan Sumatera Utara, ada sebagian kecil yang sudah kering. Begitu pula di Riau. Lalu, beberapa bagian di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara juga mengalami hal serupa.

Tak ketinggalan, sebagian kecil Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua Barat pun sudah masuk musim kemarau.

Faisal menegaskan komitmen BMKG untuk terus memantau perkembangan iklim. "BMKG akan terus memantau perkembangan dinamika iklim global dan regional serta menyampaikan pembaruan informasi secara berkala," ujarnya di Jakarta, Minggu (5/4).

Ia pun mengimbau masyarakat. "Masyarakat diharapkan terus mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG melalui berbagai kanal komunikasi yang tersedia."

Sementara itu, ada isu lain yang patut diwaspadai. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menyebutkan adanya peluang El Niño berkembang di semester kedua tahun ini. Saat ini, kondisi ENSO dan IOD memang masih netral. Tapi, model iklim yang mereka miliki menunjukkan kemungkinan pergeseran ke fase El Niño.

"Pada saat ini, prediksi BMKG untuk intensitas El Niño berada pada kategori lemah hingga moderat dengan peluang 50-80%," jelas Ardhasena.

Meski begitu, ia menyisipkan catatan. Kemungkinan fenomena ini menguat jadi kategori kuat terbilang kecil, kurang dari 20%.

Kemarau Lebih Panjang dan Lebih Kering

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar