Insiden ini sendiri pertama kali terjadi pada Kamis (2/4/2026). Korban berasal dari beberapa sekolah, yakni SMAN 91 Jakarta, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 07, dan SDN Pondok Kelapa 09. Suasana mencekam sempat menyelimuti lokasi kejadian.
Menanggapi hal ini, BGN pun telah angkat bicara. Melalui Wakil Kepala Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mereka menyampaikan permohonan maaf.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit," kata Nanik dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (5/4/2026).
Langkah tak cuma sampai di situ. Sebagai bentuk tanggung jawab, BGN langsung menghentikan operasional dapur MBG di lokasi kejadian, yaitu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Duren Sawit.
Penangguhan operasi itu berlaku tanpa batas waktu. Alasannya, kondisi dapur tersebut dinilai belum memenuhi standar.
"Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar," tegas Nanik.
Artikel Terkait
Pekanbaru Wajibkan ASN Pilah dan Olah Sampah Rumah Tangga
Perempat Final Liga Champions 2026: Duel Raksasa Madrid-Bayern dan Derbi Catalan Jadi Sorotan
Menteri Keuangan Pastikan Harga BBM Bersubsidi Tak Naik Sampai Akhir 2026
AS Selamatkan Awak F-15 yang Jatuh di Iran Lewat Operasi Rahasia Berisiko Tinggi