Hingga Februari lalu, industri dana pensiun kita ternyata masih menunjukkan performa yang cukup solid. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, total asetnya sudah menembus angka fantastis: Rp1.700,93 triliun. Bayangkan, itu artinya ada pertumbuhan tahunan yang mencapai 12,52 persen.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono.
"Kinerja industri perasuransian, penjaminan, dana pensiun secara umum tetap stabil dan terjaga," ujarnya dalam RDKB OJK yang digelar virtual, Senin (6/4/2026).
"Ini semua ditopang oleh tingkat kapasitas agregat yang tinggi," tambah Ogi.
Kalau dirinci, ternyata pemicu pertumbuhannya berasal dari program pensiun wajib. Ekspansinya lebih tinggi ketimbang program yang sifatnya sukarela. Untuk program sukarela, asetnya ada di angka Rp413,69 triliun dengan pertumbuhan 8,54 persen. Cukup baik, tapi kalah cepat dengan program wajib.
Nah, program wajib yang mencakup JHT, Jaminan Pensiun, plus program untuk ASN, TNI, dan Polri justru melesat. Total asetnya Rp1.287,24 triliun dengan pertumbuhan hingga 13,86 persen. Angka yang tak main-main.
Artikel Terkait
Iran Tolak Buka Selat Hormuz, Siapkan Tatanan Baru di Teluk Persia
Kecelakaan Bus di Sanggak Diduga Akibat Rem Blong, Satu Tewas
Timnas Futsal Indonesia Hajar Brunei 7-0 di Pembuka ASEAN Championship
Pemerintah Siapkan 800 Unit Hunian untuk Warga Bantaran Rel