Operasi sindikat narkoba di sebuah apartemen mewah Ancol akhirnya terbongkar. Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menggulung jaringan produsen yang ternyata diam-diam beroperasi di balik pintu unit hunian tersebut. Yang menarik, bahan baku utamanya didatangkan dari jauh: China.
Plt Deputi Pemberantasan BNN, Budi Wibowo, mengonfirmasi hal ini. Menurutnya, jalur pasokan dari negeri Tirai Bambu itu sudah berjalan cukup lama.
"Bahan-bahan yang diperoleh sebagian besar adalah dari sana (China)," kata Budi saat jumpa pers, Selasa lalu.
Tak main-main, sindikat ini punya sistem yang terorganisir. Mereka bahkan mempekerjakan kurir khusus yang punya tugas tunggal: mengambil barang haram itu dari China dan menyelundupkannya ke Indonesia.
"Ya menurut pengakuan Tersangka, ada kurir yang bertugas khusus untuk mengambil barang itu dan membawa masuk ke Indonesia. Lewat laut ada ya," ujar Budi memaparkan.
Semua berawal dari kewaspadaan petugas di pintu masuk. Pengawasan ketat di bidang keimigrasian dan kepabeanan terhadap kedatangan dari Malaysia membuahkan hasil. Dua penumpang berinisial HS dan DM diamankan setelah barang bawaan mereka mencurigakan diduga kuat mengandung MDMA dan etomidate, sejenis zat psikoaktif.
Dari titik itu, penyelidikan langsung dikembangkan. Tak butuh waktu lama, dua orang lagi berhasil diringkus. Mereka adalah PS dan HSN, yang diduga sebagai pengendali lapangan sekaligus operator harian jaringan ini.
Artikel Terkait
Pemeriksaan dr. Richard Lee Terpaksa Dihentikan, 73 Pertanyaan Sudah Terjawab
Ramadan Menjelang, Pemulihan Aceh Didorong Serentak
Densus 88 Ungkap 70 Anak Terpapar Ideologi Kekerasan, Ini 6 Ciri yang Patut Diwaspadai
Kejagung Datangi Ditjen Planologi, Kemenhut Tegaskan Hanya Pencocokan Data Kasus Lama