"Saya menyampaikan kabar ini kepada beliau bahwa saya akan berkunjung ke Yogyakarta," kata Muzani. "Dan beliau menyampaikan salam hormat kepada tokoh-tokoh, para ulama, para pimpinan pondok pesantren yang akan kami kunjungi, termasuk kepada Prof Haedar dan Ibu Haedar. Saya sampaikan itu."
Di sisi lain, Haedar Nashir tampak menghargai kunjungan dan silaturahmi tersebut. Dalam pertemuan yang berlangsung di kediamannya itu, ia mengungkapkan satu poin krusial yang menjadi bahan diskusi mereka.
"Dalam menghadapi geopolitik global itu kami mendiskusikan bahwa modal terkuat kita adalah persatuan," tegas Haedar Nashir.
Ia percaya, dengan persatuan, Indonesia akan mampu menghadapi dinamika politik global seberat apa pun. Keyakinannya juga tertuju pada kepemimpinan nasional.
"Kami percaya bahwa Presiden Prabowo dengan semangat konstitusional dan menjaga kedaulatan Indonesia akan membawa Indonesia pada prinsip-prinsip kemerdekaan, keadilan, dan keadaban atau kemanusiaan yang beradab di dalam membawa orientasi politik global, termasuk membela Palestina," imbuhnya.
Pertemuan yang berawal dari halalbihalal itu pun berakhir dengan pembahasan yang menyentuh inti persoalan bangsa dan dunia. Sebuah percakapan yang menunjukkan, silaturahmi bisa menjadi jembatan untuk hal-hal yang lebih substantif.
Artikel Terkait
Serangan Israel di Lebanon Tewaskan Tiga Warga Sipil, Rusak Rumah Sakit di Tyre
Inter Milan Hajar AS Roma 5-2, Posisi Puncak Serie A Makin Kokoh
Polisi Gerebek Sarang Narkoba di OKU Timur, 5 Orang Diamankan
Brimob dan Polres Jaktim Amankan Remaja Ugal-ugalan dan Tangani Pesta Miras di Condet