Dulu, pada 1995 hingga 1996, SBY pernah bertugas sebagai Kepala Pengamat Militer PBB di Bosnia. Saat itu, bekas Yugoslavia masih berkecamuk. Menurutnya, investigasi atas pelanggaran gencatan senjata justru kerap dilakukan dalam kondisi konflik yang sangat kompleks sekalipun.
Pungkasnya. Pernyataan SBY ini jelas memberi bobot tersendiri, mengingat latar belakang militernya yang mumpuni di kancah internasional. Dukungan dari figur senior seperti dia tentu punya resonansi yang kuat, baik di dalam negeri maupun di mata dunia.
Penulis: Intan Kw
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Muzani dan Haedar Nashir Bahas Geopolitik Global dalam Silaturahmi Halalbihalal
Jurnalis TVRI Luncurkan Antologi Puisi Kolaborasi 181 Penulis ASEAN
Gempa 7,6 SR: Warga Bitung Pulang, Trauma Masih Kuat di Maluku Utara
Patroli Gabungan Brimob dan Polres Jaktim Amankan Remaja Pelaku Miras dan Pelanggaran Lalu Lintas