Di sisi lain, aksi ini bukan cuma soal korban jiwa. Aktivitas ekonomi langsung lumpuh total. Massa dari kedua pihak memblokade jalan provinsi utama itu dengan batu dan kayu. Akibatnya, kemacetan panjang tak terhindarkan. Antrean kendaraan mengular sampai hitungan kilometer, memutus arus transportasi antarprovinsi.
Aparat yang pertama tiba di lokasi sempat kewalahan. Jumlah massa jauh lebih banyak. Situasi benar-benar panas dan sulit dikendalikan.
Namun begitu, bantuan akhirnya datang. Tim gabungan Polri dan TNI diterjunkan untuk meredakan keadaan. Mereka berhasil memukul mundur para pelaku dan membubarkan kerumunan. Setelah situasi agak mereda, petugas langsung membersihkan jalan dan membuka akses kembali untuk kendaraan.
Sampai sekarang, polisi masih tutup mulut soal pemicu pastinya. Tapi ada dugaan kuat bahwa dendam lama antara warga kedua desa itu kembali tersulut. Entah apa pemicu spesifiknya malam tadi.
Satreskrim Polres Luwu kini masih mendalami kasus ini. Penyisiran dan pengejaran terhadap pelaku utama serta provokator masih terus dilakukan. Mereka bertekad menuntaskan kasus tawuran maut ini sampai tuntas.
Artikel Terkait
Muzani dan Haedar Nashir Bahas Geopolitik Global dalam Silaturahmi Halalbihalal
Jurnalis TVRI Luncurkan Antologi Puisi Kolaborasi 181 Penulis ASEAN
Gempa 7,6 SR: Warga Bitung Pulang, Trauma Masih Kuat di Maluku Utara
Patroli Gabungan Brimob dan Polres Jaktim Amankan Remaja Pelaku Miras dan Pelanggaran Lalu Lintas