Asap masih mengepul dari gurun di selatan Isfahan. Di antara puing-puing yang hangus terbakar, reruntuhan itu diklaim sebagai bukti aksi militer terbaru. Komando militer gabungan Iran, Khatam Al-Anbiya, dengan tegas menyatakan mereka telah menembak jatuh pesawat musuh yang masuk wilayah udara mereka.
"Pesawat musuh yang masuk ke wilayah Isfahan selatan, termasuk dua helikopter Black Hawk dan satu pesawat angkut militer C-130, telah dihantam dan sekarang terbakar," kata pernyataan resmi mereka yang dikutip AFP, Minggu (5/4/2026).
Operasi penyelamatan yang dilakukan pihak AS itu, menurut Iran, telah gagal total. Media pemerintah setempat ramai membagikan gambar-gambar lokasi kejadian. Tampak jelas serpihan logam yang berserakan di hamparan pasir, sisa dari insiden yang memanas.
Di sisi lain, laporan lain muncul dari Iran barat daya. Media lokal menyebut serangan selama operasi penyelamatan itu menewaskan lima orang. Sayangnya, identitas mereka apakah warga sipil atau personel militer masih simpang siur dan belum bisa dipastikan.
Semua ini berawal dari Jumat lalu, ketika Iran menembak jatuh sebuah jet tempur AS, F-15E Strike Eagle. Pilotnya hilang, sementara anggota kru kedua berhasil diselamatkan lebih dulu. Sejak saat itu, ketegangan langsung meroket.
Artikel Terkait
Muzani dan Haedar Nashir Bahas Geopolitik Global dalam Silaturahmi Halalbihalal
Jurnalis TVRI Luncurkan Antologi Puisi Kolaborasi 181 Penulis ASEAN
Gempa 7,6 SR: Warga Bitung Pulang, Trauma Masih Kuat di Maluku Utara
Patroli Gabungan Brimob dan Polres Jaktim Amankan Remaja Pelaku Miras dan Pelanggaran Lalu Lintas