“Pertama, ya sederhana, kita ingin menghadirkan kegembiraan lewat tontonan Piala Dunia,” ujarnya.
“Kedua, siaran ini diharapkan bisa menginspirasi pesepakbola tanah air untuk tampil lebih baik, dan siapa tahu bisa maju ke Piala Dunia empat tahun mendatang. Yang ketiga, tentu dampak ekonominya. Kami berharap ada efek domino, terutama bagi usaha-usaha kecil, menengah, dan mikro.”
Namun begitu, persiapan mereka tak cuma berhenti di layar kaca. TVRI juga aktif mendorong kegiatan nonton bareng di berbagai daerah. Inisiatif semacam ini, selain memperkuat rasa kebersamaan, juga diharapkan bisa memutar roda ekonomi lokal.
“Kami membuka peluang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menggelar nobar, baik sebagai penyelenggara maupun sebagai penonton,” kata Usman.
Dengan serangkaian persiapan itu, optimisme TVRI tampak jelas. Mereka yakin Piala Dunia 2026 nanti bukan cuma jadi sekadar tontonan seru. Lebih dari itu, momentum ini diharapkan menjadi pemersatu dan penggerak ekonomi bagi banyak orang di Indonesia.
Artikel Terkait
Jembatan Beton Akhiri Penantian 15 Tahun Warga Sambeng Boyolali
Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Ditangkap Setelah 7 Tahun Buron
KA Siliwangi Tertahan di Cianjur Akibat Banjir Rendam Rel
Yayasan dan BGN Labuhanbatu Gelar Fun Match untuk Pererat Sinergi Dapur MBG