Jembatan Beton Akhiri Penantian 15 Tahun Warga Sambeng Boyolali

- Minggu, 05 April 2026 | 23:15 WIB
Jembatan Beton Akhiri Penantian 15 Tahun Warga Sambeng Boyolali

Boyolali – Akhirnya, setelah menunggu selama lima belas tahun lamanya, warga Kelurahan Sambeng di Kecamatan Juwangi bisa tersenyum lega. Jembatan bambu sasak yang selama ini jadi satu-satunya penghubung, perlahan berganti wajah. Kini, tiang-tiang beton mulai berdiri, menandai dimulainya pembangunan jembatan permanen yang mereka idam-idamkan.

Lurah Sambeng, Bambang Budiono, mengakui perjuangan warga tak sebentar. “Dari awal jembatan sasak, pengajuan perbaikannya sudah jalan sejak 15 tahun lalu,” ujarnya. Menurut Bambang, baru di tahun inilah pembangunan itu benar-benar terwujud, yang ia kaitkan dengan program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Sekarang sudah mulai dibangun dengan jembatan beton, dengan programnya Bapak Prabowo,” jelasnya.

Rasa syukur dan apresiasi yang dalam ia sampaikan kepada pemerintah pusat. Infrastruktur ini, bagi Bambang, adalah sesuatu yang vital. Bukan sekadar akses, tapi urat nadi mobilitas warga sehari-hari.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo yang sudah menyetujui pembangunan Jembatan Beton Merah Putih ini,” tambahnya penuh haru.

Kegembiraan serupa tentu meluap dari warga setempat. Bagi mereka, kehadiran jembatan beton ini bukan cuma soal kenyamanan. Ada harapan besar bahwa akses yang lebih kuat akan mendongkrak aktivitas ekonomi yang selama ini terhambat.

“Ini sangat dibutuhkan,” tutur seorang warga. “Akses anak-anak sekolah jadi aman, hasil pertanian bisa lancar keluar, dan perekonomian masyarakat di sini mudah-mudahan ikut naik.”

Di sisi lain, peran TNI dalam proses pembangunan ini juga mendapat pujian. Warga masih ingat betul bagaimana jembatan bambu yang lama itu begitu rentan. Setiap kali banjir datang, ia bisa hanyut begitu saja, memutus hubungan antar wilayah.

“Saya terima kasih kepada Bapak-bapak TNI yang semangat bergotong-royong, khususnya dari Kodim 07/24 Boyolali,” kata warga tersebut. “Dulu pakai sasak, kalau hujan dan banjir, ya hanyut. Sekarang semoga tidak lagi.”

Rasa syukur juga diungkapkan oleh Babinsa setempat, Sersan Kepala Asmara. Ia mengaku lega karena usulan yang mengendap belasan tahun itu akhirnya terealisasi. “Alhamdulillah,” ucap Asmara.

Ia punya harapan besar. Jembatan ini, selain memangkas waktu tempuh ke pasar yang jaraknya sekitar dua kilometer juga berfungsi sebagai jalur alternatif yang strategis.

“Bisa untuk ke Pasar Juwangi, memperlancar ekonomi,” katanya. “Ini juga jadi jalur cadangan kalau jalur utama dipakai hajatan atau acara warga. Sekaligus akses menuju Kelurahan dan SDN 1.”

Jadi, bukan cuma sekadar beton yang ditumpuk. Bagi Sambeng, jembatan ini adalah jawaban atas penantian panjang, sebuah penghubung baru yang diharapkan membawa perubahan nyata dalam denyut kehidupan mereka.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar