MURIANETWORK.COM - Alfan Suaib menjawab tantangan krisis penyerang Persebaya Surabaya dengan mencetak gol krusial sebagai pemain pengganti. Dalam laga pekan ke-25 BRI Liga 1 yang digelar Sabtu (7/2) di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pemain muda itu menjadi penentu kemenangan 3-1 timnya atas Bali United. Penampilan efektif Alfan bukanlah sebuah kebetulan, melainkan bagian dari pola pengembangan pemain muda yang konsisten diterapkan pelatih Bernardo Tavares.
Sentuhan Tavares: Pola yang Terbukti
Keberhasilan Alfan Suaib seolah mengingatkan pada pola serupa yang pernah diterapkan Bernardo Tavares di klub lamanya. Pelatih asal Portugal itu dikenal memiliki mata untuk mengasah talenta muda, seperti yang terlihat pada perkembangan Victor Dethan di PSM Makassar. Dethan yang awalnya hanya pemain pelapis, tumbuh menjadi opsi penting berkat kepercayaan yang diberikan secara konsisten, baik dari segi menit bermain maupun peran taktis.
Pola yang sama kini mulai terlihat di Surabaya. Meski belum menjadi nama besar, Alfan mendapat kepercayaan di momen yang tepat. Ia masuk menggantikan Malik Risaldi dan tampil tanpa beban.
Dalam 43 menit di lapangan, ia hanya melakukan satu tembakan. Satu-satunya tembakan itu pun berbuah gol, mengonversi peluang dengan Expected Goals (xG) 0,37 secara sempurna.
“Efisien, tenang, dan klinis,” kira-kira begitulah gambaran penampilannya, mengikuti cetak biru Tavares dalam membentuk penyerang muda: tak perlu banyak gaya, yang penting tepat sasaran.
Dampak Sebuah Gol Pengganti
Gol yang dicetak Alfan pada menit ke-68 bukan sekadar menambah angka. Gol itu lahir dari transisi cepat khas skema Tavares, dimulai dari umpan jauh kiper Ernando Ari, dibawa Rivaldo Rivera, sebelum diselesaikan dengan sentuhan terukur Alfan. Skor 0-2 yang tercipta secara langsung mengubah ritme pertandingan.
Bali United, yang sebelumnya terus menekan, kehilangan momentum. Sebaliknya, Persebaya makin percaya diri dan bahkan menambah gol ketiga melalui Risto Mitrevski, sebelum akhirnya kebobolan di menit akhir. Statistik Alfan mungkin terlihat sederhana: satu umpan kunci, akurasi umpan 75%, dan dua kali dilanggar lawan. Namun, dampaknya bagi jalannya laga sangat besar.
Faktor di Balik Kesuksesan Pemain Muda
Beberapa faktor tampak mendorong kesuksesan momen Alfan Suaib. Pertama, sistem taktis yang jelas dari Tavares melindungi pemain muda. Mereka tidak dilempar ke lapangan tanpa arahan, melainkan masuk ke dalam struktur tim yang sudah mapan dengan blok pertahanan rapi dan pola transisi yang terlatih.
Kedua, momentum yang tepat. Krisis di lini depan Persebaya membuka ruang bagi pemain seperti Alfan. Ketika kesempatan itu datang, ia tampil siap, mirip dengan narasi Victor Dethan di masa lalu yang muncul saat tim membutuhkan energi segar.
Faktor ketiga adalah kepercayaan. Tavares dikenal vokal soal disiplin dan kerja keras. Pemain muda yang menunjukkan komitmen pada taktik biasanya akan mendapat tempat. Gol Alfan adalah jawaban langsung atas kepercayaan yang diberikan pelatihnya tersebut.
Lebih Dari Sekadar Pemain Pengganti
Kemenangan ini secara praktis mengokohkan posisi Persebaya di papan tengah klasemen. Namun, narasi yang lebih penting adalah terkait kedalaman skuad dan proses regenerasi. Keberanian Tavares memberi ruang pada pemain muda mulai menunjukkan hasil.
Jika konsisten mendapat menit bermain, Alfan Suaib berpotensi menapaki jalur serupa Victor Dethan: berkembang dari pemain rotasi menjadi bagian inti proyek jangka panjang. Tavares telah membuktikan kemampuannya memoles talenta muda di Makassar. Kini, di Surabaya, efek serupa mulai terasa. Alfan Suaib berpotensi menjadi bukan sekadar cerita satu malam di Gianyar, melainkan babak baru dalam pembangunan tim Persebaya ke depannya.
Artikel Terkait
Bruno Fernandes Dekati Cole Palmer, Manchester United Serius Rekrut Bintang Chelsea?
Talenta Muda Padel Makassar Raih Runner-up di Kompetisi Road To Court
AFC Nilai Final Piala Asia Futsal 2026 Indonesia vs Iran sebagai yang Terbaik Sepanjang Sejarah
PSM Makassar Akhiri Puasa Kemenangan dengan Kemenangan Tipis atas PSBS Biak