Gubernur Jateng Tinjau Banjir Demak, Tekankan Penanganan dari Hulu ke Hilir

- Sabtu, 04 April 2026 | 23:15 WIB
Gubernur Jateng Tinjau Banjir Demak, Tekankan Penanganan dari Hulu ke Hilir

“Prinsipnya layanan dasar kepada masyarakat terdampak harus terpenuhi, mulai sekolah, kesehatan, bahan pokok, makanan, dan lain sebagainya tidak boleh ketinggalan,” ujarnya.

Cerita dari lapangan datang dari Musri’ah, warga Desa Trimulyo. Ia masih jelas mengingat detik-detik air mulai menerjang. “Kejadiannya sekitar pukul 10.00 WIB, saya di rumah. Tiba-tiba airnya mengalir deras sekali dari tanggul, lama-lama jebol,” kenangnya.

Keadaan makin kritis jelang sore. Air terus merangkak naik, tak memberi banyak pilihan. “Setelah ashar kami dijemput perahu, waktu itu airnya udah setinggi dada,” tambah Musri’ah, menggambarkan betapa cepatnya bencana itu melanda.

Banjir yang dipicu jebolnya tanggul Sungai Tuntang pada Jumat (3/4) itu dampaknya luas. Delapan desa di empat kecamatan Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung terendam. Data sementara mencatat, hampir 2.839 jiwa terpaksa mengungsi, meninggalkan rumah dan harta mereka yang belum jelas nasibnya.

Kini, setelah kunjungan dan rapat itu, semua mata tertuju pada langkah konkret berikutnya. Warga di pengungsian tak hanya butuh sembako, tapi juga kepastian kapan mereka bisa pulang dan memulai lagi.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar